Eksibisionisme, Narsisisme, dan Rasa Blog
February 6th, 2008 | by Paman Tyo |
“Ngeblog itu intinya hanya buat pamer kan?” tanya kawan saya.
Maksudnya ya pamer barang, pamer tempat jajan, pamer wajah teman rupawan, pamer CD, pamer buku, pamer nonton film, pamer nonton konser, pamer setelah traveling, pamer foto bareng seleb, dan seterusnya.
“Dengan atau tanpa gambar, intinya pamer. Jelas banget itu!” ia menyimpulkan.
Bisa jadi dia benar. Dalam kesimpulan sementara saya: ada batas tipis antara berbagi dan pamer.
Repotnya, kadang kala pamer berkonotasi negatif, karena bersepupu dengan peninggian diri dan bersanak dengan haus pujian plus rindu kekaguman berbumbu iri bahkan dengki.
Lantas setipis apa pun perbedaannya, di mana batasannya? Saya tak tahu. Tak punya alat ukur. Saya hanya bisa merasa (jadi bisa saja salah) kapan saya dan orang lain sekadar pamer, kapan berbagi pengalaman.
Tentu respon setiap orang untuk setiap posting di blog akan berbeda. Yang Anda niati berbagi pengalaman di blog Anda, misalnya “jangan tertipu cewek di Las Vegas”, bagi orang tertentu cuma akan dianggap pamer. Lalu muncul komentar, “Oh, cuma mau cerita udah ke Vegas ya, Mas?”
Tak apa, itu risiko. Respon terhadap pesan seringkali di luar kendali Anda. Sebagai hiburan toh ada juga pembaca yang menanggapi, “Meskipun belon ada rizki, saya akan ati-ati kalo ke Vegas.”
Lain kali Anda bercerita soal cicipan anggur. Bisa saja dianggap pamer dan sok borju, tapi tidak untuk setiap artikel di Yohan Handoyo. Kenapa? Setiap orang tahu web Yohan adalah tempat buat berbagi rasa anggur.
Ujung-ujungnya adalah rasa. Setiap pembaca akan menimbang mana tulisan yang pamer penuh kejumawaan, mana yang sekadar berbagi. Memang sih, beda pembaca beda timbangan rasa. Apa boleh bikin.
Begitulah, ada saja wilayah-wilayah eksibisionistis dalam kehidupan kita. Setiap orang butuh perhatian (dan ingin memperhatikan orang lain), kan?
Lantas apa pula hubungan blog dengan narsisisme? Saya belum beroleh jawaban. Mungkin pemampangan foto diri, dan foto aktivitas pribadi, dianggap dekat dengan gejala mencintai diri sendiri secara berlebihan.
Selain soal rasa, jangan-jangan ini juga menyangkut kesalahkaprahan yang mulanya diniati sebagai ledekan: “Dasar narsis(is), lu!”
Biarkan saja. Sepanjang tak merugikan orang lain, lakukan yang nyaman senyaman-nyamannya untuk blog Anda.
© Gambar bingkai: swiss-banking-antiques.com | gambar model pegang apel: entah
Tags: berbagi, eksibisionis, menulis, narsis, narsisis, ngeblog, pamer

By yassir on Feb 6, 2008
..betul paman, setuju…, mencintai diri sendiri? adalah awal dari ingin ‘hidup’,..dari situ bergeser agar dicintai orang lain…, enak banget loh cinta-cintaan he he
ngga ikut-an demam narsis ah…
salam cinta
yassir
By ebeSS on Feb 6, 2008
Eksibisionisme, Narsisisme, dan Rasa Blog?
lha itu kan “komoditi” aktualisasi diri semua!
se “jeblog”2 nya “ngeblog” . . tetep ada yang didapet . . . ya komoditi itu tadi!
klo nak aprikot bilangnya “enjoykan” saja . .
By mpokb on Feb 6, 2008
saya sih tidak akan gegabah menyalahkan blog. friendster, facebook, bahkan milis biasa sekalipun bisa dipakai buat menyalurkan narsisisme. sudah berani ngeblog berarti sudah siap menanggung risiko dikomentari, kecuali “comment(s) closed”.
By venus on Feb 6, 2008
dari dulu saya percaya, setiap kita memang punya sisi gelap. hayah. salah satunya ya eksibionis itu tadi. levelnya aja yg beda2. kalo orang2 yg kerajinan ngeblog seperti paman dan saya (apalagi yang sampe sempet2in bikin blog komik strip itu, hahahah..)…yah, saya pasrah aja lah kalo dibilang eksibionis
*menunggu ndorobedhes ngomel-ngomel
By venus on Feb 6, 2008
ah, salah lagi url-nya. wehehehe…
By gituchka on Feb 6, 2008
sudah ada yg mewakili saya komen *lirik ebess*
bener paman enjoykan sahaja
semua hal itu beresiko yah termasuk ngeblog juga itu buanyak resikonya…aprikot.dagdigdug.com -ku kok ga isooooo :((
By Dee on Feb 6, 2008
narsis bukanlah najis to?
***njagong bareng simbok nunggu ndoro bedhes ngomel-ngomel***
By cK on Feb 7, 2008
hihihi…saya ngaku saya narsis! bahkan sampe dapet award blogger narsis di WP..

By poy on Feb 9, 2008
nggak ada yang salah dengan eksibis *haiyah ribet, copy-paste ae :P* Eksibisionisme dan Narsisisme, terutama utk blog. Asal jadinya enak dibaca dan enak dilihat, ya kan?

Ttg narsisisme, dulu, saya jadi cukup lihai mengedit dan mengolah foto di Photoshop karena rajin berlatih dengan foto sendiri. Narsis? Terserah mau dibilang apa, toh akhirnya orang-orang mengakui skill saya lebih dibanding mahasiswa (dulu, wkt masih kuliah :P) yang lain.
Begitu juga dgn blog, rasanya saya belajar banyak dari sini, yang awalnya ‘narsis’ dan hanya menulis ttg dirinya pun pada akhirnya (biasanya sih) akan explore untuk mencoba menulis di luar itu
By Yari NK on Feb 13, 2008
Waduh mudah2an saya tidak terjebak narsisisme.
By uletbulu on Mar 24, 2008
kebanyakan gitu sih, secara gak sadar.
tp klo yg blognya sepi2 aja, jarang blogwalking itu biasanya isinya ngerasani orang, seperti blog saya
btw, apa kabar nih?
By gentole on Aug 12, 2008
Ah, ternyata ada juga yang menyinggung hal ini. Iya, mayoritas bloger itu eksibisionis. Semuanya juga kemungkinan besar menderita grafomania.