Workshop Pertama dagdigdug (Sehari Setelah Peluncuran)
April 15th, 2008 | by Paman Tyo |
Siang ini, di sebuah garage company di Gandaria, Jakarta Selatan, datanglah seorang ibu berjilbab. Usianya sekitar 50 tahun. “Saya ingin belajar ngeblog,” katanya kepada seorang awak kantor.
Ibu itu khusus datang ke rumah kecil dagdigdug untuk belajar ngeblog. Bagi saya dan teman-teman, itu sebuah keseriusan yang harus dihormati.
Dia manfaatkan waktu rehat makan siang untuk meninggalkan kantornya, sebuah departemen pemerintah di Jakarta Pusat, naik bus ke Blok M, kemudian disambung ojek, menuju ke Langsat.
“Saya ingin belajar ngeblog di dagdigdug. Apakah harus membayar untuk ngeblog?” tanyanya kepada saya.
Maka di sebuah meja kecil, sebuah pemanduan singkat pun berlangsung. Laptop saya jadi kelas.
Grothal-grathul, kata orang Jawa. Sama seperti saya dan sebagian dari Anda: awal memakai komputer dan layanan online anyar kudu belajar. Richard Stallman, sang peretas yang juga blogger itu, dulunya pun saya yakin sempat grothal-grathul saat kenal komputer. Hanya saja dia mulai lebih dini.
Tapi ibu itu beda. Di kantor dia sudah terbiasa pakai internet, punya akun di Yahoo!. Dia tahu dagdigdug dari blog favoritnya, yang dikomandani oleh Nukman Luthfie, yaitu Virtual. Dari sanalah selancar berlanjut ke ojek.
Nah untuk ngeblog, dia seperti saya dulu. Belajar, mencoba, dan akhirnya lancar.
Singkat kata jadilah blog dadakan yang secara paralel juga disertai pembukan akun e-mail di sebuah layanan berbasis web. Setiap info pengingat, termasuk nama pengguna dan sandi, dia salin ke dalam selembar kertas terlipat empat.
“Akhirnya jadi juga,” katanya. Ada kelegaan di wajahnya.
Dia lanjutkan, “Akhirnya anak saya punya blog. Ini memang untuk dia. Saya ingin dia terbiasa menulis untuk mengeluarkan pendapat…”
Di rumahnya, ibu itu belum ada komputer dan internet. Tapi putra keduanya, siswa kelas dua SMA, kadang ke warnet.
Selamat datang di dagdigdug, Bu. Selamat datang, Dik. Workshop selanjutnya di beberapa kota, secara berkelompok, akan kami umumkan.
© Sumber ilustrasi: entah

By JalanSutera.com on Apr 15, 2008
apa nama blog yang dibikin ibu itu?
By latree on Apr 15, 2008
snif…snif… (haru)
mudah-mudahan si anak rajin ngeblognya, jadi perjuangan sang ibu tidak sia-sia….
By mpokb on Apr 15, 2008
virusnya semakin menular yak..
By fahmi! on Apr 15, 2008
eh alamat blognya ibu itu mana?
btw udah lama nggak denger kosakata peretas hehehe EYD banget si paman
By Ben on Apr 15, 2008
blog yg dibikin harusnya dua dong, satu buat si ibu, satu buat anaknya
oh ya, selamat atas dagdigdug-nya!
By indahjuli on Apr 15, 2008
saya juga udah bikin blog disini
*komenngakpenting*
By Hedi on Apr 16, 2008
3D memang mantabz, langsung dapet proyek pasca peremian…selamat.
By imaz on Apr 16, 2008
paman tyo boleh ngak saya belajar juga..
masih buta nihhh…. selamat juga buat d3
By cK on Apr 16, 2008
wah…bakal makin banyak yang nge-blog nih..
By Jauhari on Apr 16, 2008
Wow… Langkah Peradaban
By ndutyke on Apr 16, 2008
peretas? artinya apa ya?
By hanggadamai on Apr 17, 2008
beuhhh,,,hebat
yuk ngeblog…
By johnherf on Apr 17, 2008
Proficiat Dagdigdug sebagai pelopor layanan blog pertama di Indonesia.
By oRiDo on Apr 17, 2008
aku coba import postingan aku di wp ke dagdigdug kok gak bisa semua nya yah??
file xml dari wordpress sebesar 1.64mb, setelah aku coba katanya gak boleh lebih dari 150kb(klo gak salah)..
gmn yah cara nya ?
By oRiDo on Apr 17, 2008
yessss!!
berhasil..
berhasil..!!
yesss!!
By nova on Apr 17, 2008
my blog oh..alive…
alive….
forever….
By nonadita on Apr 18, 2008
paman tyo!
dua hari ini aku jadi blogger teraktif di 3D!!
Minta souvenir dooongg..
*nyengir ngarep*
By sher on Apr 18, 2008
mendingan belajar sekarang bu dari pada gaptek oke bravo lhooo bu
By sluman slumun slamet on Apr 19, 2008
yang dijeritain kok yang ibu2 paman…

padahal banyak abg juga yang dateng bahkan minta diprivat sama paman kan?
By aries on Apr 20, 2008
aries juga masih baru dalam dunia blog.. kadang masih bingung apa yang akan ditulis jadinya ya.. baru 2 hari masih isinya 2 post, post pertama dari dagdigdug sedangkan pos kedua isinya cuman ttitik
By aries on Apr 22, 2008
bang tyo… link blogku di bloggrol dung hehehe
By Dimas on Apr 22, 2008
wh2 hbat tu pman.. mmg hal skcil appun hrs kta hrgai.. y g pman?? kn blj bwt menghargai it dr yg kcil.. Betul??!! he5
Sukses y Paman y??!!!
By Ndoro Seten on Apr 23, 2008
lha saya boleh ikutan workshop paman?
nderek yo?
By Parta on Apr 23, 2008
saya mau belajar ke rumah paman aja ach.., tinggal jalan kaki aja koq
By nonadita on Apr 24, 2008
aku sempatkan diri mampir
‘tuk minta sebuah souvenir
bisa saja sebentuk cangkir
atau sebatang keris berukir
*nyengir*
By novandiana on Apr 25, 2008
Salut buat si ibu tadi. Aku baca artikel tersebut di koran tempo. Habis itu aku jadi terinspirasi buat buka dagdigdug.
Mau ikutan bisa nge blog… Siapa ya yang mau ngajarin..??
By medan on Apr 27, 2008
mampir dulu agh..
By Ngarang on Apr 27, 2008
Mana blog ibunyaaaaa???
Pintar ngarang cerita aja..
——–
Dear Ngarang,
Ini cerita betulan kok. Bahkan beberapa hari sesudahnya ada dua karyawan bank yang datang ke Gandaria untuk belajar ngeblog. Apa nama blognya, kami belum dapat mengumumkannya.
Paman Tyo
By kw on Jul 7, 2008
paman, aku mau belajar gimana caranya ngajarin ngeblog yang sabar.
By souvenir pernikahan on Aug 20, 2008
ngeblog ternayata memang harus sabar
By souvenir pernikahan on Sep 3, 2008
Kami merekomendasikan souvenir pernikahan yang lucu unik dan murah (untuk pembeli maupun agen) di DANI-CRAFT.COM
Dapatkan juga informasi diskon untuk pemesanan langsung di situs tersebut.
By Susy on Sep 10, 2008
Saya udah bolak-balik masuk ke blognya pamantyo, tapi baru sekarang berani ikut komentar karena ada kemiripan antara cerita ibu tsb dengan saya. Saya ibu rumah tangga 42 tahun. 2 tahun yang lalu saya diundang ikut milis alumni. Undangan dikirim by email. Tapi waktu itu saya cuma bisa baca email, tapi nggak bisa balas. Saya minta tolong suami untuk ngajarin cara bales email. Setelah join di milis, saya jadi lebih mengerti tentang dunia internet dan manfaatnya. Terus saya mulai bikin milis sendiri, dan bertahap saya bersama adik saya belajar bikin website untuk komunitas kecil kawan-kawan dan lingkungan saya. Sampai hari ini, saya sudah berhasil bikin 5 buah website, walaupun sedikit-sedikit masih dibantu adik/teman. Padahal 2 tahun lalu saya gaptek banget. Jadi buat teman-teman yang mau belajar, jangan malu bertanya dan berlatih. Tidak ada yang tidak mungkin.
Sukses selalu buat Paman Tyo. Terima kasih sudah diijinkan sharing. Sukses selalu!
————
Wuahhh… hebat sekali situs web Anda. Itu mah mainan serius. Bravo!
(Tyo)