Seberapa sih Ngeblog Mendatangkan Nikmat? (Sisi Gelap Saya)
May 21st, 2008 | by Paman Tyo |
Kalau masalahnya “(se)berapa”, saya tak tahu ukurannya. Saya sendiri juga tak mengukurnya untuk diri saya dengan sebuah skala. Intinya adalah neraca hati. Tapi neraca kan juga menyangkut ukuran? Maaf, istilah itu untuk gagah-gagahan saja. Boleh Anda abaikan.
Ngeblog itu nikmat ketika saya melakukannya bukan karena kewajiban. Pada awal ngeblog, dengan nama alias di tempat lain, saya melakukan apapun yang saya suka. Sehari bisa tiga kali posting dan tak peduli ada yang mengomentari atau tidak.
Naif dong? Mungkin. Tulus? Jujur? Tampaknya tidak.
Nyatanya saya memasang statcounter. Kesimpulannya: seolah saya cuek padahal ingin tahu bagaimana orang lain memperhatikan blog saya.
Lantas statistik itu sering saya lihat, untuk memuaskan rasa ingin tahu. Tapi akhirnya bosan, lagi pula saya gampang lupa soal angka.
Kemudian saya pakai nama asli, pakai domain sendiri. Statistik pada panel di layanan hosting kadang saya tengok.
Tapi setelah itu kebosanan berulang. Saya baru membacanya lagi, setelah setengah tahun tak menengok, ketika tempo hari ada orang mau pasang iklan dan saya larang dengan alasan itu takkan efektif.
Saya kirimkan tangkapan layar statistik. Tapi dia bebal, tetap pasang (dan bayar). Itu masalah dia. Salah dia, bukan saya.
Ternyata melihat angka statistik dan info lain itu hanya kenikmatan sesaat. Yang penting ngeblog saja, syukur dapat tanggapan.
Patokan saya, yang berkaitan dengan server, adalah web masih muncul komplet, belum ada exceeded bandwidth limit.
Bagaimana kalau akhirnya mentok? Entahlah. Belum saya pikirkan. Paling juga minta tolong orang.
Lantas apa itu “yang penting ngeblog”? Ehm, sangat egosentris dan kadang impulsif.
Egosentris, pokoknya saya pengin nulis. Mau baca dan kasih komentar ya syukur, kalau tak mau ya kebangetan silakan. Semprul betul.
Impulsif? Bisa nulis tanpa peduli jam baca orang. Tapi ada posting yang saya batalkan karena tiba-tiba hilang mood. Atau, ini dia, hilang ingatan.
Egosentrisme yang lain adalah dalam blogwalking. Seringkali saya hanya mengintip, dan itu pun melalui reader (sekarang pakai RSS Bandit) atau baca planet.
Rutinkah pengintipan itu? Tidak. Jangankan blog orang lain. Kalau lagi malas, blog-blog saya pun tak saya tengok. Hasilnya, antara lain, terlihat dari banyaknya spam yang lolos.
Jadi kalau bicara “ni’mat”, ngeblog itu menyenangkan sepanjang kita masih menyukainya. Kata “masih” tak merujuk kepada jadwal. Bisa kapan saja. Seingat saya, sesempat saya, seinsyaf saya, sesadar saya, dan sesyuman saya.
Artinya, kalau sebuah posting dianggap basi, tidak aktual, dinilai tidak ada kebaruan, bagi saya (kadang) tak soal. Lha wong saya suka kok.
Oh tidak hanya “suka”, melainkan kadang juga ketidaksukaan, kejengkelan, dan kekecewaan, yang intinya dari hati.
Lantas di mana fungsi blog sebagai sebuah wadah untuk berkomunikasi, untuk berdialog, untuk bersilaturahmi?
Saya bertanya pada diri sendiri, bukan kepada Anda, dan seringkali tak menemukan jawaban yang jujur.
Tapi dengan banyak menanyai diri, kok kadang malah nggak nikmat ya… Cermin hanya menyenangkan ketika saya merasa ganteng. Sayangnya rasa ganteng itu mahal, jarang muncul.
© Ilustrasi asli: Wilbers
Tags: egois, komunikasi, selfish, silaturahmi

By jun on May 22, 2008
Karena paman ternyata egosentrisme dalam blogwalking, saya jadi merasa bangga bahwa kapan hari itu paman sudah mengintip blog saya….
By latree on May 22, 2008
kenapa saya merasa sama?
By galih on May 22, 2008
wah, alasan kita (– lu kalee, gw nggak) dalam menilai kenikmatan ngeblog sangat mirip. saya bahkan tak memasang counter statitistik. bahkan bandwidth limit blog saya itu unlimited lho.
By edy on May 22, 2008
yaa mirip deh, paman
ga peduli statistik tapi kadang ngintip-ngintip
ga pengen komen tapi ga tahan juga
By iway on May 22, 2008
semoga itu bukan sindrom senioritas (baca:umur)
karena saya kok ya merasa mirip-mirip begitu, meski kadang suka ga enak sendiri kalo blog kelamaan ga ada tulisan baru
By Hedi on May 22, 2008
saya pasang statcounter, tapi setiap ada email masuk cuma saya baca sekilas. tujuannya cuma ngejaga bandwith, kalo trefik naik kan harus siap2
By mpokb on May 22, 2008
kok sisi gelap? sisi terangnya mana, pam? ngeblog paling nikmat kalo lagi mood. paling nggak nikmat ya kalo lagi nggak mood. seperti hal2 lainnya dah.. fungsional sekali ya hehehe
By mpokb on May 22, 2008
oot : kirain tadi poto kain..
By Anusapati on May 22, 2008
sementara ini saya posting baru tahap mengarsipkan ide karena saya itu mudah lupa. Sekaligus juga memberi ruang karena kebenaran tak bisa dimonopoli…..Belum sampai barharap jadi pasar, tapi senang juga sih kalau ada satu saja yang membacanya..
By MaIDeN on May 23, 2008
Om tYO termasuk kategori blogger kebanyakan
By Prince on May 23, 2008
blog = ember untuk muntah
ngeblog = menyediakan ember utk muntah
kita, mereka, anda , saya, semuanya saling berbagi dan muntah bersama-sama…
*headache*
By abah oryza on May 24, 2008
hmmm ah
By gandhi on May 25, 2008
paman masih mending hapus postingan. Lha saya udah berkali2 hapus blog. Kalo ciri seperti itu namanya apa paman hahahhahahahah
By silly on May 25, 2008
hi paman, duh, saya juga mulai merasa gitu paman.Egosentris dan impulsif.
Soal blogwalking, model begitu sich buat orgtua seperti paman, saya ndak, hehehe.. saya khan masih muda paman, jadi masih senang jalan2, baca2 blog orang, kali2 ada ilmu yg bisa dipelajari dari sana.
By yurika on May 26, 2008
“ngeblog itu nikmat ketika saya melakukannya bukan karena kewajiban.”
ngeblog itu nikmat ketika saya melakukannya karena keinginan. hehee ^____^
salam kenal pamantyo!aku nuuuubiiii niii,hihihi,mohon bimbingannya=)
By meiy on May 27, 2008
ngebloglah kalau sedang merasa cakep hehe. oot kah paman?
By aLe on May 27, 2008
ah, yg penting uda dapet kawos
By benny on May 27, 2008
pak mau ikut bisnis jaringan???
bisa liat-liat prospeknya di
http://www.sni-dt88.com/?sp=8840400
benny 0818652609
By ngebeth on May 28, 2008
ngeblog yah karena aku suka en aku mau, simple aja, gak usah maksain seperti hulum The Secret…lakukanlah itu selama itu membuatmu “bahagia”
By A+ on May 28, 2008
… kebetulan ,” sengaja membetulkan ” (sdikit meniru gaya bahasa Paman Tyo…maaf mas klo gk mirip) ini adalah pertama kali saya nge-blog , keasyikannya , kayaknya yg saya rasain tu….pinginnya punya ide terus….dan ternyata belajar nulis tu juga susah, ide di kepala kdg gk bisa sama persis begitu tertuang (waduhhhh) di tulisan….mohon bantuan kawan2 blogger semua ya…buat saya…..
By rama on May 29, 2008
jadinya setiap ada kejadian di jalan, atau sesuatu yang menarik langsung kepikiran satu hal : “kayaknya diposting lucu juga nih…”
By freewriting on May 30, 2008
amin…
eh maksudnya, itu juga saya banget, paman…
btw kapan nih saya dpt kaos dagdigdugnya…

(halah posting aja gak mutu kok mau dapet)
By alfaroby on May 30, 2008
paman…. terkadang manusia itu suatu ketika mencapai masa titik jenuhnya… dan yang ada ya malas malasan ataupun mengalami kebosenan..
nah saatnya maju dan berkembang….
By khairuddin on May 31, 2008
saya sangat peduli dgn statistik. kl sehari yg dtg ke blog sy cuma dua org, itu berarti blog saya msh diliat org.
Sy malah mau nyari statcounter untuk menangkap jejak roh halus. mereka itu dtg keblog sy tanpa bis kedetek sama statcounter yg asli. hi hi…
By sluman slumun slamet on May 31, 2008
statistik saya dapat C
By antown on Jun 2, 2008
bagi saya kenikmatannya adalah saat kita bisa berbagi. mesipun itu hanya sekelumit. yang paling sulit adalah memulai untuk menulisnya itu
By hanggadamai on Jun 2, 2008
paman udah ngintip k blogku?
By sawung on Jun 6, 2008
om entar kirim udangannya yak.
By h4rs on Jun 13, 2008
saya ngerti kok paman….
klo udah merasa tua yaa istirahat..
jangan dipaksakan…
gak baik buat kesehatan….
*salah fokus mode on*
By kwak kwik kwek on Jul 25, 2008
ngeblog ki serasa punya majalah sendiri je, enak tenan wis.