Posting Basi? Biarin Aja!
Blog
Jangan takut posting Anda dibilang basi. Jika Anda memang menikmati penulisan posting itu, blogkan saja.
Bagaimana jika pembaca kuciwa? Itu risiko. Bagaimana kalau pembaca mentertawakan? Bersyukurlah, Anda masih bisa membuat orang lain girang. Anda telah beramal. :D
Jika Anda ingin membuat resensi kaset atau CD Bintang Lima-nya Dewa sekarang ini, lakukan saja. Blog tak harus memuat segala hal yang baru. Bisa juga sih Anda berkilah bahwa topiknya lama tapi isinya beda. Karena beda maka anggap saja itu baru. :)
Ada saja terdengar, seseorang batal mengeposkan tulisan di blognya karena merasa sudah basi. Ukuran basi: bloggers lain sudah lebih dulu meramaikannya. Posting belakangan dianggap cuma membebek, seperti kelasi ketinggalan kapal. Kalau bebek pakai baju kelasi, namanya Donal(d).
Hasilnya, tulisan Anda — oh bukan, maksud saya dia — tempo hari tentang Ali Sadikin batal termuat karena baru ditulis lima hari setelah Almarhum dikebumikan.
Bagaimana dengan posting yang berhubungan dengan perkembangan kasus? Misalnya mau menulis tentang musisi tenar yang tersandung narkoba (dakwaan: bawa ganja dalam taksi). Eh ketika ditulis dia sudah bebas, berkumpul bersama keluarga tercinta, dan menjalani kaul berhenti merokok.
Andai kata ada pembaca yang mengingatkan melalui komentar (”Kalo mau posting baca berita dulu dong!”), anggap saja itu koreksi. Justru di situlah kemuliaan blog. Pembaca tak hanya berhak bersuara dan mengoreksi melainkan juga memperkaya posting Anda.
Jika blog boleh menuliskan segala hal yang terkini, dan dibenarkan pula menuliskan hal yang sudah jauh terlewati, bolehkan blog juga menulis hal yang akan terjadi?
Kalau Anda bisa, dan mau, kenapa tidak? Mau disebut ramalan jitu atau posting ngaco menyesatkan, itu terserah pembaca. Yang penting Anda siap bertanggung jawab. Artinya Anda (minimal) bersedia untuk menjawab.
Misalnya Anda kadung memastikan bahwa penulis posting ini akan meninggal Sabtu 14 Juni besok. Ternyata meleset. Bisa saja Anda menjawab,”Waktu itu saya yakin, tapi saya kan bukan Pemilik Kehidupan.”
Baiklah, abaikan saja ilustrasi tak bermutu itu. Yang penting ini: lebih baik ngeblog basi — atau sok futuristik — daripada ngeblog serbaterkini tetapi cuma copy-and-paste, atau malah menyuruh mesin menyedoti konten dari web lain. ;)


kalo kutip berita ditambah opini gimana, paman?
dhuh… keduluan edy ya?
yo wis, gpp… anu paman… aku kok tidak pernah peduli orang ngomong apa tentang blog-ku ya? jangan-jangan aku tidak normal tuh!
aku punya sejumlah blog. ketika artikel dari satu blog aku post ulang di blog lain, juga tetep ndak ada masalah kok. kan pembacanya beda. kalopun ada pembaca yg sama, juga nggak keberatan. kalopun ada pembaca yg keberatan, it’s MY blog anyway. kalo aku suka, why not? ;)
waduh, jangan2 habis ini ada yg terinspirasi bikin blog ahli nujum.. :D
emang dibaca? sok GR!
basi? gw banget, tapi membaca postingan lama di kemudian tidak membuat kuciwa kok, minimal buat saya sendiri :D
bisa jadi bahan senyum-senyum gendeng sampai senyum-senyum nyinyir
yang kudu dijaga semangat ngeblognya, paman. biar basi, biar hambar, biar sinting, yang penting terus posting… :)
betul uncle….
biar basi yang penting basbang…kekekekekekek :D
yg basi juga kadang enak kok, tempe basi, oncom basi, tauco basi .. *ehem bener gak tuh :)
kalau nggak mau yg basi, ya nggak usah di baca kan? ehehe…. kadang yang basi juga enak.. :D
Walau mengangkat topik yang basi, kalau memang punya gairah untuk menulis ya tulis saja!
Kan tulisan (dengan topik basi itu) bisa tetap menarik apabila: diperkaya dengan perkembangan terbaru, ditambah analisis pribadi penulis yang mendalam atau munculkan wacana baru terkait topik.
Bisa tho, bisa??
Yang basi biasanya jauh lebih teliti. Cerita akhir dan perkembangan teranyar sudah diketahui, sehingga kita bisa bicara berbuih-buih dengan tingkat akurasi tinggi.
Maka, basi adalah BISA..!
gitu ya paman? thanks pencerahannya
*tetep ra nulis :P*
nah! betul itu..
sebenernya terserah kita kan mau diisi apa blognya..
Kalau basi, ya dihangatkan kembali lagi. Angkat issue, eh apa bikin issue ya dhe? :P xixixixixi.
Penyemangat dan pencerahan yang hangat Paman… :)
[...] Tyo di blognya ada tulisan yang bikin aku senang sekali, Uncle Tyo memang jago memotivasi. Saya baru belajar nulis, jadi gak peduli kalo tulisan saya gak dibaca atau [...]
saya malah jarang banget merhatiin porsi ‘tren’ dari postingan saya, biar kadaluarsa ya yang penting saya hepi,, barusan saya posting tentang boyband,,heheheh jadul abis khan,,,wakakakakakak
ooo gitu tho… matur nuwun pakde…
hehehe.. daku kan sering cerita basi.. kapan kejadian.. nulisnya kapan. Suka2, blogku ini.
Pa kabar paman?
Paman Tyo… Makasih ya… Sebenarnya Aku ini baru bikin Weblog pertama kali di dagdigdug.com
wuih lega deh,perasaan saya jadi agak tenang soalnya saya baru diajak teman buat blok.
Gitu yach??? hmm bener juga yach..
cuekein aza.
jadi dapet pencerhan nech
walau basi aku tak peduli
aku sekedar ingin menuangkan isi hati
karena blog-ku bukan untuk nyari sensasi
apalagi kompetisi…
*ikut2an bikin pantun kayak nonadita :p
[...] buat Paman Tyo atas ide menampilkan bLog teraktif dihalaman depan layanan bLognya, suer, tidak dapat [...]
itulah kelebihan blog ya paman :D
yg penting ekspresi & bertanggungjawab, minimal jawab hehe…
Yang penting jangan hanya menjawab Paman, tapi juga mo nanggung…(he..he..he..)
Hehe__________
smoga dbales nih comment q.
emang paman tyo yg manis ma imuet…
q dah bikin blog di dagdigdug tp blm bs cara postingnya, gmn ya…
seep, mantep sindirane :D
pokoke keep blogging…. :D
kalaupun posting udah basi aku ngga’ peduli. yang penting keep posting la..
contohnya posting ini basi banget…..
hehehe………
*mode sesat on*
setuju pamane, my blog ya my rules dooonk :D
Ooom Tyo, kalau memposting tulisan-tulisan tentang matematika basi engga? Kan (hampir) semua orang pernah belajar, minimalnya SD-SMA? :D
sebenarnya sih tergantung ama postingannya, kalo berita ya bisa aja nasi kalo tips dan sebagainya,, ya pasti gak ada basinya, menurut gw sih,,