Peringkat Blog Saya Turun, Gimana Dong?
Blog
Bingung saya untuk menjawab pertanyaan macam itu. Saya bukan ahli pemeringkatan. Lebih penting lagi: saya tak begitu paham — dan belum mau belajar jauh — sejumlah alat untuk mengukur popularitas blog. Dalam urusan tertentu, ngeblog saya ya rada naif. Yang penting ngeblog. Titik.
Lebih payah dan memalukan lagi, kadang saya ogah menengok blog-blog saya. Begitu parahnya pengabaian oleh saya sendiri sehingga tahu-tahu sampahnya menggunung. Mang Memet Akismet kebobolan.
Untunglah belakangan ini saya mau belajar. Maka ada kemajuan dalam menjawab. Misalnya dengan menanya balik, “Anda ngeblog buat apa?”
Kalau ngeblog untuk kepentingan personal dan suka-suka, abaikan semua peringkat popularitas. Lebih penting peringkat kelegaan dalam diri.
Kalau ngeblog untuk pekerjaan — misalnya atas nama kantor — ya mau tidak mau, suka tidak suka, harus mau belajar soal peringkat dan cara mencapai popularitas. Namanya juga pekerjaan, disuruh pula. Apa boleh bikin.
Kalau ngeblog untuk personal sekaligus bisnis? Jawaban saya oleh beberapa orang dianggap aneh. Ya yang penting secara personal puas, secara bisnis bagus sehingga layak diuangkan. Persoalannya, kata sebagian orang, dua hal itu sulit digabungkan.
Saya juga entah sepertiga entah setengah mengamini. Lebih tepat membebek. Tampaknya sulit digabungkan. Kemudian saya bilang, kalau ngeblognya sesuka hati — tak hanya topik, bahasa, tetapi juga keajekan update, bahkan nama pun gonta-ganti — bagaimana bisa menjangkau khalayak luas, menciptakan kecanduan, dan membangun brand buat diri sendiri?
Nah, kelihatan kan kalau jawaban saya mulai tidak fokus, bahkan melenceng (atau malah tak konsisten)? Maaf. Memang begitulah adanya.
Lantas ada satu-dua orang membisiki, bahwa yang namanya ngeblog itu, kalau masih sebatas yang saya lakukan, adalah cara lama. Cuma mengutamakan updating sesuai niat, dengan menulis secara pribadi tapi ditujukan kepada khalayak dengan harapan ada yang membaca.
Cara baru, kata mereka, adalah menggunakan mesin blog untuk apa saja, yang penting ada konten (entah siapa yang bikin), plus pengayaan isi melalui trik ini dan itu supaya menggaet pengunjung (tersesat) dan ujung-ujungnya adalah peringkat. Secara rutin pencapaian blog dilihat dan dievaluasi.
Jawaban ini, dengan sejumlah contoh, tampaknya lebih terfokus dan sekaligus membuat saya terkesima. Tapi orang lain bilang, ini bukan cara baru. Hanya cara lama yang belum usang. Ada tempat untuk mempelajarinya.
Lantas, gimana dong baiknya supaya peringkat terjaga bahkan terus menanjak? Waduh, saya tidak punya buku Petunjuk Menjadi Kampiun karangan si Manyun.
Jawaban saya dari dulu dianggap menjengkelkan. Setiap blog punya penggemar sendiri. Bahkan setiap topik atau kategori juga punya penggemar sendiri. Taruh kata cuma ada lima pembaca setia, itu pun baik adanya.
Kalau kurang dari lima bahkan tidak ada? Tak soal asal si blogger puas dan bahagia.
© Ilustrasi: www.cepro.com


blog… blog… blog… sak karepe dhewe saja lah… gitu saja kok repot… yang penting banyak teman… yang penting hepi!
tapi kalau bisa dikapitalisasi, kenapa tidak… iya tho? :D
blog udah kayak cimeng ya?
:D
Saya tidak mau kalo tidak populer! Saya mau jadi ahli ngeblog tingkat dunia. Saya mau tiap hari pengunjung saya harus meningkat. Saya tidak puas kalau tidak ada yang isi komentar! Saya ingin. Saya mau. Saya harus. Saya sepertinya edan.
Huahahahahaha..
:lol:
Setuju Paman. Ngeblog itu urusan semesta maya. Kalau terlalu berharap yang kita jadi seperti makhluk dari alam M(erk)AYA(ngan)…
:P
mengamini kalimat terakhir saja :D
*angguk2*
ya itu dia, ngeblog buat apa? itu aja udah cukup kok :D
Asyik membaca dan NO COMMENTARO
saya ngeblog cuma karena punya akses internet gratis… eh,lama2 ketagihan je..
blog itu candu
*halah*
ada yang nyari peringkat, ada yang happy-2 saja , ada yang bla bla bla…..ujung-ujungnya peringkat…btw saya aja sampai sekarang masih bingung yang namanya peringkat itu buat apa ? dan gimana nyari peringkat itu…?
maklum aja pemula….*jadi malu nih*
turun? kapan naiknya ya? :)
emang kalo dapet peringkat dapet hadiah apaan to Pamane? Kalo dikasih laptop gitu yo mantav kuwi..:D
hehehe
[...] Semakin banyak blog yang saya kunjungi, semakin tinggi rasa respek saya pada para blogger tersebut. Seperti kata Paman Tyo di tulisannya ini: [...]
kalo mo naek, naekin aja
kalo mo dibiarin, biarin aja
karena masih iseng2 bikin blog, maaf kalo pendapatku kurang tepat
untuk naikin peringkat otomatis kita harus ngelink dengan blog lain yg peringkatnya lebih tinggi ..
masalahnya, apakah mereka mau ngelink blog kita ?
salam hangat
salam kenal
kunjungi blog saya..anda bisa lihat tv online
blog tu bagaikan bidadari yang cantik… gak ketemu sebentar aja kangennya minta ampun…….
terkadang tergantung pengunjung yang sengaja mencari atau tersasar dengan topik atau materi yang menarik :D
mending turun,keliatan gitu lho.lha kalo blog ku gak ada yang tau tuh gimana yach
klo pengin naek peringkatnya cari konten yang original pak
—
terima kasih, bung. :D
/tyo/