Mengawasi Sopir

August 4th, 2008 | by Paman Tyo |

Tadi siang, di lampu merah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, di depan saya ada mobil boks. Ada tulisan dari juragan pada pintu belakang (lihat foto). Intinya meminta masyarakat ikut mengawasi perilaku sopir di jalan raya. Kalau perilaku sopir di warung atau di rumah, sepanjang tak berhubungan dengan mobil bawaannya, mungkin tak perlu dilaporkan.

Kenapa sopir harus diawasi? Mungkin bagi juragan adalah supaya mobil tak menabrak orang maupun pohon dan tiang yang menyeberang. Bagi sopir mabuk, ngebut pula, mana benda diam mana benda berjalan memang bisa membingungkan.

Lagi-lagi, dari kepentingan juragan, kalau mobil menabrak jembatan yang tiba-tiba mundur dan belok (lho?), itu berarti kerugian. Mobil rusak.

Itu tadi dari sisi kepentingan juragan. Dari sisi kepentingan di luar juragan, yakni sesama pengguna jalan, sopir pencilakan sok lincah akan membahayakan orang lain. Intinya bikin suasana tidak nyaman.

Bagaimana dengan blogger dan penyedia blog hosting? Tentu urusannya bukan sopir dengan juragan. Tanggung jawab si blogger adalah terhadap sesama pengguna jalan, eh maksud saya sesama bloggers di komunitasnya.

Jadi, kalau suka hiburan untuk orang dewasa, termasuk yang explicit hardcore, silakan saja. Itu hak. Tapi mempertunjukkan di tempat yang terbuka untuk semua orang, itu mengganggu kenyamanan.

Kenapa menganggu? Blog hosting yang dipameri hiburan cabul itu memang bukan layanan hiburan dewasa. Kasihan orang lain yang terganggu karena sergapan info penjebak dan penggiring itu.

Apa tadi? Cabul? Salah satu ukuran cabul adalah: orang paling doyan sajian paling saru pun menggap apa yang disukainya harus disembunyikan. Kalau dia menontonnya di layar kaca maka tetangga melintas tak boleh memergoki pesawat TV-nya.  Kalau dia memasang posternya maka anak-anak tetangga tak boleh melihat dari luar jendela sekalipun.

Oh, berarti mengajak orang hipokrit dong? Oh tidak. Semua ada rambunya. Di negeri paling permisif  pun produk adult entertainment tidak bisa sembarangan dijajakan. Di negeri-negeri Barat tak ada lapak penjual DVD cabul seperti di Glodok.

Tak hanya dalam urusan hiburan dewasa. Dalam perilaku dewasa pun, misalnya minum bir, di negeri tertentu orang tidak bisa semaunya. Begitu keluar dari halaman rumah dia masih menenggak bir maka tetangga boleh lapor ke polisi. Membawa bir di bawah jok mobil juga dilarang, kalau ketahuan akan ditilang, tak peduli kaleng birnya masih tertutup rapat atau sudah terbuka.

Uh, nggak bebas dong? Apa boleh buat, kemerdekaan setiap orang itu dijamin sepanjang tidak mengganggu kebebasan dan kenyamanan orang lain. Masyarakat yang dewasa bisa memisahkan ranah privat dan publik.

Kembali ke hiburan dewasa, itu sudah ada salurannya sendiri. Termasuk juga untuk ngeblog soal begituan. Tapi dagdigdug tidak termasuk di dalamnya. Pengelola maupun mayoritas anggota komunitasnya tidak mau.

Simpel kan?

NB: Kalau memasang gambar wanita (atau pria) berpakaian seksi? Aha mari kita diskusikan… :)

Tags: , ,

30 Responses to “Mengawasi Sopir”

  1. By mpokb on Aug 4, 2008

    sip..! saya suka cara dagdigdug! mari tidak pipis sembarangan. di situs tembakau davidoff pun, sebelum buka kita ditanyai umur. kalau belum memenuhi syarat, ya nggak bisa buka. jawabah bohong? itu perkara lain yg dampak negatifnya silakan tanggung sendiri..

  2. By mpokb on Aug 4, 2008

    btw, ini bukan hanya untuk dagdigdug yak.. :P

  3. By latree on Aug 5, 2008

    waduh, lha avatarku seksi banget je paman, gimana dong?

  4. By kangtutur on Aug 5, 2008

    Awas Paman…
    *ada polisi tuh yg ngawasin orang motret lagi nyetir* :lol:

    kemerdekaan setiap orang itu dijamin sepanjang tidak mengganggu kebebasan dan kenyamanan orang lain …

  5. By iambadung on Aug 5, 2008

    emang ada ya? http://gambarbokepbikin.dagdigdug.com ??

  6. By jun on Aug 5, 2008

    Saya setuju dengan definisi cabul ala paman, seperti tertulis di atas. Btw, saya bersyukur, fase-senang-cabul (di internet maupun bukan internet) benar-benar sudah saya lewati, dan tidak pernah saya tengok-tengok lagi.

  7. By yudicenna on Aug 5, 2008

    iyah, mending ga usah ribut2 masalah definisi, toh masing2 bisa menilai dengan hatinya (klo jujur) mana yang masih layak dan ga bwat di publikasiin di tempat umum…tempat semua umur….dari pada bikin yang nyerempet2, lebih baik kan nyari tema lain, yang lebih gede manfaatnya…

  8. By akucintakdi on Aug 5, 2008

    “seolah-olah sedang menegur seseorang.”

    kok kayaknya sedang mengalami hal yang rumit. ada anggota yang pamer tho, Pak?

    aggh, tadinya aku kira bahas hal yang nggak penting. tapi setelah dibaca, hm, penting juga. DagDigDug memang bukan blogging host untuk ngeblog soal begituan.

    nb: kok nyebutnya blog hosting tho, Pak? bukannya blogging host.. sama-sama cari tahu, yuk!

  9. By indrio on Aug 6, 2008

    Kalo masang fotonya RS dianggap cabul nda om ?
    :))

  10. By triwiyatno on Aug 6, 2008

    wah ini sih bukan barang baru… tapi bagus juga sih untuk intropeksi diri klu di jln kita harus toleran dengan pengendara lain… apalagi jalan dengan kendaraan sudah tidak seimbang lagi..

  11. By Catshade on Aug 7, 2008

    Kalo buka lapak dvd bajakan, cd mp3, dan buku2 fotokopian gimana Paman? Sepertinya para tetangga dan pengguna jalan tidak ada yang merasa dirugikan, malah ikut mengerubuti :D

  12. By masadrians on Aug 7, 2008

    ikut setuju dengan paman..

  13. By JalanSutera.com™ on Aug 7, 2008

    top. saya suka dengan penjelasan paman ini. markotop deh…

  14. By goleklayangan on Aug 8, 2008

    yuuk telpn (021)6515852…

    kita kompalain..asapnya item2..:D

  15. By jun on Aug 9, 2008

    Bagaimana dengan yang ini, paman?
    http://khjghgcxfdzf.dagdigdug.com/

    (Terpaksa komentar lagi karena merasa terganggu dengan blog baru itu. Karena menyebabkan dagdigdug.com dibanned di kantor saya gara-gara banyak kata-kata yang masuk kategori porno di sana)

  16. By arhan on Aug 10, 2008

    ya sudah kalo begitu. baguslah kalo mau bersih² ;)

  17. By sluman slumun slamet on Aug 10, 2008

    hmmmm… ada dagdigdug versi xxx ya paman?

  18. By Gungde on Aug 11, 2008

    Indonesia, indonesia, dibenci tapi disukai… Dangerously Beautiful, betul paman?

    salam kenal, Gungde
    http://halopop.com

  19. By Setiaji on Aug 14, 2008

    btw cabul dengan menghibur memang beda tipis Om Tyo :P

  20. By easy on Aug 17, 2008

    [telpon 021-6515852 ah..]
    kring..kring…
    “halo” disambut oleh suara bapak-bapak.
    “ya halo? maaf mengganggu pak”
    “oh nggak apa2. dengan siapa ini?”
    “oh saya hanya seorang blogger Pak. cuma mau melaporkan kalau salah satu mobil box Bapak telah dipublikasikan di internet”
    “oh ya?”
    “iya, karna itu bapak berhak untuk minta royalti. alamat blognya di pamantyo.. bla..bla..bla..”

    *kaburrrrr

  21. By dani on Aug 19, 2008

    utk di web mungkin kayak pake ICRA Label gitu ya paman..

  22. By aji on Aug 19, 2008

    walau bebas merdeka, tetap ada peraturan yang harus dipatuhi.

  23. By hatcaklet on Aug 20, 2008

    memang “kebebasan” bisa banyak artinya..

  24. By Andy MSE on Aug 23, 2008

    Man, Paman… itu beneran nggak sih? biasanya di belakang mobil box kan tulisannya semacam “Kunanti Jandamu”… hehehehe

    *maaf bercanda

  25. By restlessangel on Aug 24, 2008

    waaaaahhh….aku suka yang serba seksi jeee…..

    seksi kan ndak vulgar tho, paman ???

  26. By hanggadamai on Aug 25, 2008

    hipokrit artinya apa paman??

  27. By teenoor on Aug 27, 2008

    akuuur…tp yg sexy jgn diusir semua dong..

  28. By mayssari on Aug 28, 2008

    I love the way u tell it….

  29. By genthokelir on Sep 4, 2008

    Wehh hanya mengangguk…… banyak yang tidak mengambil sikap tertentu dalam kemajuan TI tapi dengan hal diatas mudah mudahan saya dan kawan kawan menjadi tahu dan mengambil sikap dari apa yang digambarkan paman tyo
    Matur tengkyu

  30. By Anang on Sep 11, 2008

    paman aku mengawasi sopir yang aneh2… hehehe bentar lagi malah ada posting di blogku tentang sopir yang aneh2.. hihihihi.

Post a Comment