Akhirnya Semakin Sulit Ngumpet
UmumSaya tak tahu bagaimana perkembangan blog tahun 2009 ini. Ralat: bukan hanya blog tetapi juga semua layanan online yang membuat orang mau berbagi. Termasuk di dalamnya adalah jejaring sosial. Lantas apa hubungannya dengan ngumpet?
Pada awal blog menjamur, bisa saja seseorang (termasuk saya) menggunakan identitas samaran. Begitu juga sebelumnya di milis. Tetapi ketika layanan online kian kaya, karena interaksi semakin tinggi, maka penyamaran akan semakin tak berhasil. Yang tertinggal hanyalah nickname atau screen name, dan setiap orang (tepatnya: anggota komunitas, lebih khusus lagi admin) akan tahu siapa dia.
Interaksi langsung yang paling sederhana dan primitif tentu saja tatap muka dalam kopdar. Setidaknya satu orang tahu bahwa si Anu adalah Anda. Selanjutnya alam pertemanan akan menyebarkan.
Adapun bentuk lanjutannya adalah simpul interaksi yang mau tak mau harus menyertakan identitas. Misalnya dalam kontes blog. Anda jadi juara dengan nama alias, tetapi ketika harus menerima hadiah, termasuk uang, apakah Anda akan hadir ke puncak acara dengan topeng, dan memakai rekening orang lain untuk menampung uang?
Kemudian ada layanan web yang memungkinkan anggotanya berbater barang, bahkan berjual beli (misalnya kaos). Mau tak mau Anda harus menyatakan identitas bukan?
Memang ada cara berkelit. Misalnya membayar pesanan dengan setoran tunai, bukan transfer, dan itu pun meminta tolong orang lain. Tetapi ketika harus mengajukan klaim, atau urusan lainnya pokoknya ada masalah, mau tak mau Anda harus menyatakan diri.
Jangan tanya soal bergaul di jejaring sosial. Menjadi si orang lain berarti tak dikenali, dan Anda tak akan diperteman oleh siapa pun, kecuali mungkin oleh orang sama anehnya dengan Anda.
Di luar urusan kopdar dan hadiah adalah jika Anda sebagai blogger menjadi korban plagiasi. Si pencontek tak hanya mengajak Anda bermain peran “kerbau punya susu, sapi punya nama”, tetapi lebih dari itu. Dia mendapatkan uang, dan bahkan dia melakukan propganda bahwa Andalah yang mencontek.
Begitu pula misalnya jika nama alias Anda dicatut oleh orang jahat untuk menipu bahkan yang lebih jauh dari itu. Masa sih Anda tetap misterius?
Untuk membereskan soal macam ini tentu lebih mudah jika Anda menyatakan diri. Dukungan sesama bloggers bisa diharapkan, dan pengacara pun pasti lebih senang berurusan dengan orang yang bukan pahlawan bertopeng temannya Crayon Shinchan.
Nah, jika Anda memang ingin menyendiri dengan penyamaran, toh itu belum tentu merugikan orang lain, maka jangan lakukan kontak di luar urusan komentar. Jangan melakukan transaksi. Jangan mau diwawancara — apalagi mewawancarai blogger lain. Jangan menggunakan nama domain sendiri dan sewa hosting. Jangan kepincut iming-iming kiriman hadiah. Oh ya, jangan menulis (misalnya di Plurk) bahwa Anda sedang beradu punggung dengan blogger Anu di kedai kopi. Tentu jangan meminta bantuan blogger lain kota ketika Anda dalam situasi darurat di tengah perjalanan.
Kalaupun Anda ingin melakukan itu semua dalam rangka berbagi, siapkanlah asisten tersumpah (yang siap Anda sumpahi) untuk menjadi bemper. Baik bemper untuk menerima kekesalan maupun kekaguman bahkan cinta (hayah!).
Menjadi orang (sok) misterius, bahkan dalam urusan filantropis, belum tentu mudah. Apalagi jika ada hubungannya dengan pajak.
Yah, internet (untuk urusan berbagi) kian terbuka dan membuka kita. Apa boleh bikin.


Kenapa mesti umpetan to Paman?
biasanya orang ngumpet demi alasan kenyamanan, tapi lama2 malah ga nyaman sama sekali :D
ngumpet bikin capek paman.. :D
selamat tahun baru.. meski telat, selamat natal juga nderek belo sungkowo.. :(
sebuah wejangan dari mantan kerekemplu…wekekeke
Selamat Tahun Baru, Paman. Senang rasanya, disaat pertama kali kita ketemu, saya akhirnya bisa langsung ketemu sosok misterius di balik blogombal selama ini :D
Pada dasarnya udah narsis, mau ngumpet ya jelas susah :mrgreen:
Susah juga yah kalau mau ngumpet terus, sama susahnya dengan terbuka terus. Tapi ngumpet tetap perlu untuk beberapa keadaan. Tinggal pintar2 memilah situasi.
ada yang nyari saya?
tergantung tujuannya ngumpet kali, tapi ngapain pula ngumpet..wong gampang ketahuan. Cmn pake nick yg beda2 masak gak boleh, Paman?
pantesan ga ada koruptor yg ngeblog :D
Yo angger niat awale apik, lambat laun sing seneng ngumpet mau bakal ngatonake wujud asline, paman patih…
paman aku yang sudah sangat terbuka, agar populer aja gak bisa-bisa :)
bukankah pertama kali kita sepakat untuk bertemu di Plaza EX, karena kita sepakat untuk membuka identitas kita ?
kalo kata mas kw, kita jadi telanjang di internet, ya kan mas?
yah…gak bs nyamar lagi ya
numpang promo lomba blog
http://staronesolo.blogspot.com/
saya ga ngumpet tp tetep ga ada yg nyariin tu paman :D
*rindu komen(TM)*
lha niat’e mau main petak umpet apa nge-blog ?
Nah ini dia, bagi sebagian bloggers (bukan saya) menyamar seakan sebuah keasyikan tersendiri. Boleh ngomong berkomentar semaunya tanpa terikat beban etika dan norma serta status sosialnya. Namun tentunya bloger yg bersangkutan juga mempunyai sebuah blog yang mengandungi identiti aslinya, sebagai jaga - jaga bila ada kontes yang memberikan reward.
Patut dipertanyakan memang? … *hehehe saya malah bingung sendiri*