Archive for the ‘Blog’ Category

Ngeblog Cerdas & Ngeblog dengan Hati

Thursday, November 6th, 2008

Dibilang, blog anu itu sudah dapat duit Rp 1 juta lebih dari iklan. Perolehan blog lainnya mendekati itu. Dalam sebulan, seminggu? Misalnya sebulan, boleh juga karena November baru jalan sepekan.

Memang apa isinya? “Blog” yang pertama cuma mengandalkan kata kunci yang berhubungan dengan erotika, yang dijaring dari pelbagai halaman web Indonesia — isinya mirip penggalan berita, tanpa tautan ke sumbernya. “Blog” yang kedua berisi kutipan iklan lowongan — isinya komplet, sampai ke alamat e-mail perekrut.

Mereka sama-sama menyajikan informasi. Yang pertama tadi (erotika), infonya menggantung, bahkan tampaknya tiada komentar masuk — atau si “blogger” memang tak butuh komentar buat berdiskusi?

Yang kedua, tentang lowongan, tak butuh komentar. Si “blogger” memang tak butuh tanggapan. Kotak komentar dia tutup. Persamaan keduanya adalah sadar kebutuhan orang akan informasi di internet, baik untuk hiburan maupun nafkah.

Jadi, tulisan ini memperpanjang “blog yang bukan blog“? Ya. Memang.

Tak ada yang salah dengan blog tentang erotika sepanjang si penyedia hosting menenggang — apalagi kalau mengkhususkan diri untuk layanan blog dewasa.

Dengan pendekatan seni ngeblog yang “kuno”, bloggers bidang erotika menuliskan imajinasi dan pengalamannya sepenuh hati, bahkan ketika menulis mungkin sudah terbakar oleh hasratnya sendiri.

Nah “blog” penjala kata kunci untuk dunia hiburan tadi bukan orang “kuno”. Dia smart, rasional, tak mau capek, lagi pula — nah, ini yang penting — memang tak ingin menjadi bloggers. Cukup menjadi pemanfaat mesin blog untuk mengecoh orang sekalian menjala duit.

Bahwa (misalkan lho, sekali lagi misalkan) di tempat lain mereka jadi bloggers sungguhan, yang menulis dengan ketikan kata demi kata, bahkan cukup dua bulan sekali, dan mengunjungi blog lain untuk bersilaturahmi, itu soal pilihan. Ada tempat untuk capek menulis, ada tempat untuk beternak halaman tanpa menulis (cukup memantau trafik) — atau paling banter copy-and-paste.

Apakah itu kreatif? Bagi pelakunya tentu kreatif bahkan itu merupakan sebuah cara yang smart. Bahwa mereka ogah menampakkan jati diri, itu belum tentu karena malu. Bukankah tak semua bloggers “sungguhan” juga berani menampakkan diri? ;) :P

 

Tak semua orang ingin menjadi bloggers yang mengetik kata demi kata. Tak semua orang bisa diharuskan menggunakan mesin blog untuk membuat blog sesuai rumusan “kuno”.

Masalahnya, belum semua orang paham blog, tetapi yang mereka dengar pertama bahkan menarik minat justru, “Katanya ngeblog itu bisa ngasilin duit secara santai, ya Mas?”

Secara santai, tanpa menulis kata demi kata, bahkan untuk mengomentari gambar sekalipun, atau malah mendayagunakan mesin untuk menyedot info dari halaman web orang lain (tapi ogah menyatakan diri sebagai agregator), itu jelas menyesatkan.

Ingin ngeblog demi uang, dan untuk itu bersedia bekerja keras, sejak menulis sampai mempromosikan blognya, agar trafik padat, itu bagus sekali. Ngeblog dengan hati sekaligus secara cerdas.

“Ngapain capek?” kata suara sayup-sayup dari jauh.

“Siapa juga yang mau jadi manusia sial? Trafik nggak menjulang, ketenaran nggak didapet, duit nggak mampir? Itu mah gatot, gagal total, Bos!” kata suara lainnya lagi.

“Lho, katanya blogging is fun? Nah cara yang smart dan santai itu juga fun, kan?” suara lain menimpali.

“Halah, munafik! Siti Sirik! Kalo sekelompok bloggers bikin sesuatu atas nama pelayanan terhadap bloggers lain atau apalah, emang ujung-ujungnya bukan duit? Dari mana uang buat ngongkosin? Emang mereka bloggers makmur yang iseng atas nama filantropi? Janganlah pemain kelas receh cuma dileceh. Sama-sama nyari rezeki, kan?” kata entah siapa.

Bagai calon bloggers, ini soal pilihan: mana yang akan lebih mendatangkan kenyamaman hati. Sederhana kan?

Selamat ngeblog.

© Sumber ilustrasi > Julia Perez: entah; lipstik: layoutfashion.com