Ngeblog kok nggak Spontan!
Tuesday, September 30th, 2008
Beberapa orang memergoki saya mengetik di Notepad. “Buat blog?” begitu umumnya pertanyaan mereka. Saya mengiyakan. Salah seorang bilang, dengan nada seperempat menyesal dan tiga per empat meledek, “Aku pikir Paman itu nulisnya langsung, secara online.”
Tentu lihat kasusnya. Untuk tulisan pendek seperti di Memo Blogombal, apalagi Twitter dan Plurk, ya langsung saja. Di Blogombal pun kadang langsung.
Kalau di sini, di blog ini? Jujur saja saya mengetik dulu di Notepad atau aplikasi sejenis, bergantung komputernya.
Kenapa saya kurang spontan? Karena kecelakaan. Dulu pada awal ngeblog (misalnya di Blogdrive) saya menuliskannya secara langsung, apalagi kalau pakai internet kantor. Ketika koneksi tiba-tiba terputus, nasib tulisan saya pun ikut terputus dalam arti nyungsep entah ke mana.
Sejak itu saya menuliskannya terlebih dahulu di Notepad. Kenapa tak pakai Word atau lainnya? Ukuran berkas Notepad lebih kecil.
Ketika saya nginternet di rumah dengan dial up, penggunaan Notepad terasa mujarab untuk menghemat durasi online.
Seterusnya adalah kebiasaan. Bahkan pada awal saya ngeblog dengan domain sendiri, dan kebetulan memakai WordPress versi awal yang sudah diperkosa, saya tetap asyik dengan Notepad. Semua tagging, termasuk class untuk gambar, blockquote, caption dan lainnya saya tulis secara manual.
Setelah itu tinggal select all, Ctrl C dan Ctrl V. Memang kurang spontan. Tapi saya nyaman. Saya juga tak malu.
Dengan menuliskannya di Notepad, saya bisa menyimpannya. Tapi yang sering terjadi, ketika kegiatan itu tersela oleh sesuatu — dari SMS bertubi-tubi, banjir telepon, sampai tamu dan rapat — maka tulisan yang belum jadi itu bisa terhenti tanpa kelanjutan.
Ketika saya ingin meneruskan maka mood kadung hilang, ingatan malah meluntur, dan fokus berbelok entah ke mana. Hard disk saya menyimpan sejumlah calon posting yang malas saya teruskan. Bersama dengan teks, terkuburkan pula beberapa gambar yang sudah saya siapkan.
Itulah kekurangan saya. Apakah saya menyesalinya? Tidak. Ngeblog tetap nikmat bagi saya, meskipun ya itu tadi: kadang tidak spontan.
Lantas kalau di Notepad saya jarang membongkar tulisan kenapa kebiasaan ini tetap diteruskan? Saya kadung nyaman. Itu saja. Pembaca juga tak peduli bagaimana saya mengetik posting.
Kalau Anda bagaimana?
© Ilustrasi: allposters.com
UPDATE 1 Oktober 2008: Terima kasih untuk Notepad. Dua tulisan pertama saya pekan lalu (Balap F1 dan Mudik Bermotor), yang menguap dari Kompasiana, bisa saya kirim ulang.
![]()
